tugas analisis dan estimasi biaya

1. Pengertian Akuntansi

Akuntansi dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak- pihak yang berkepentingan mengenai aktivitas ekonomi dan kondisi perusahaan (Warren, 2005). Tujuan utama dari akuntansi yang didefinisikan oleh Littleton adalah untuk melaksanakan perhitungan periodik antara biaya (usaha) dan hasil (prestasi). Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai “bahasa bisnis”. Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Salah satu cabang dari akuntansi yaitu akuntansi keuangan, Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Akutansi juga tidak dapat dipisahkan dengan auditing. Auditing merupakan satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi. Auditing adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi.

Pengertian akuntansi dipengaruhi oleh suatu perkembangan. pengertian akuntansi dapat dilihat dari 2 sudut pandang, yaitu:

1.      Dipandang dari sudut fungsinya

Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang menyediakan informasi yang penting sebagai alat penilaian jalannya perusahaan. Berdasarkan pengertian tersebut, pihak-pihak yang berkepentingan atas informasi tersebut dapat membuat pertimbangan-pertimbangan agar dapat mengambil keputusan yang tepat.

2.      Dipandang dari sudut kegiatannya

Akuntansi merupakan suatu proses pencatatan yang meliputi kegiatan identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi.

Ternyata, pengertian akuntansi berdasarkan kedua sudut pandang tersebut tidak jauh berbeda dengan definisi akuntansi menurut American Accounting Association yang diterjemahkan sebagai berikut:

“Akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran dan penyampaian informasi ekonomi untuk memungkinkan pembuatan keputusan yang jelas dan tegas oleh pemakai informasi tersebut.”

2. Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah tahapan kegiatan yang dilalui dalam melaksanakan kegiatan akuntansi dan merupakan suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode.

Proses tersebut dapat dikatakan suatu siklus karena berjalan terus menerus dan berulang kembali. Salah satu bagian dalam siklus akuntansi yaitu terdapat penjurnalan. Jurnal tersebut biasanya membentuk aliran uang yang masuk dan aliran uang yang keluar. Akuntansi bila dipandang dari sudut kegiatannya adalah meliputi proses pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran dan penyajian laporan mengenai transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Berdasarkan hal tersebut, transaksi keuangan yang terjadi selama satu periode merupakan suatu siklus karena diproses dalam beberapa tahap kegiatan.

Siklus akuntansi merupakan siklus yang terjadi dalam penyajian laporan keuangan. Beberapa kegiatan yang dicakup dalam siklus akuntansi, sebagai berikut:

a.       Pengidentifikasian.

b.      Pencatatan.

c.       Penggolongan.

d.      Pengikhtisaran.

e.       Penyusunan Laporan.

1. Peranan Akuntansi dalam Penyediaan Informasi

Peranan utama akuntansi adalah untuk membantu pengambilan keputusan ekonomi. Akuntansi dapat membantu pengguna informasi akuntansi untuk membuat lebih banyak keputusan yang tidak memiliki nilai riil. Akuntansi berkaitan dengan penyediaan informasi ekonomi yang akan berguna untuk mereka secara langsung (dan sampai batas tertentu secara tidak langsung) yang terhubung dengan sebuah organisasi. Informasi yang diberikan harus berguna dalam menilai baik kinerja mereka yang mengelola organisasi dan kinerja dan posisi organisasi itu sendiri. Setelah pihak yang berkepentingan telah membuat penilaian ini, mereka akan berada dalam posisi untuk membuat keputusan ekonomi lebih lanjut mengenai organisasi. Namun, masalah utama yang terjadi adalah bagaimana manfaat informasi akuntansi dapat dinilai. Beberapa contoh akuntansi dalam mnyediakan informasi terdapat pada laporan laba dan rugi, laporan perubahan modal dan neraca.

Beberapa pihak yang membutuhkan informasi dari laporan akuntansi adalah sebagai berikut:

1.        Pemilik Perusahaan, yaitu sebagai:

a.    Alat untuk menilai keberhasilan manajemen atau pemimpin perusahaan dalam mengelola perusahaan.

b.    Alat untuk menilai penambahan modal, perkiraan perolehan keuntungan pada masa mendatang.

2.        Pemimpin Perusahaan, yaitu sebagai:

a.     Bukti pertanggungjawaban kepada pemilik perusahaan;

b.    Dasar pertimbangan dalam menetapkan rencana maupun strategi yang akan diterapkan pada masa mendatang;

c.     Alat untuk menilai pelaksanaan kegiatan perusahaan secara keseluruhan;

d.    Alat untuk mengukur biaya-biaya dari kegiatan perusahaan.

3.        Karyawan, yaitu sebagai:

a.       Alat untuk melihat prospek perusahaan yang bersangkutan di masa mendatang, sebelum memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam perusahaan tersebut;

b.      Alat untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan gaji atau upah kepada pegawainya.

4.        Kreditur, yaitu sebagai:

a.       Lembaga untuk menentukan layak atau tidaknya perusahaan tersebut diberi pinjaman atau kredit;

b.      Lembaga untuk mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan tersebut untuk membayar cicilan beserta bunganya.

5.        Pemerintah, yaitu sebagai:

a.       Lembaga untuk menentukan besarnya pajak yang dibebankan kepada perusahaan tersebut;

b.      Dasar bagi data statistik pemerintah untuk kepentingan perencanaan selanjutnya.

4.  Nilai Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Nilai uang terbagi atas beberapa seperti: Nilai Nominal, Nilai Intrinsik , Nilai Internal dan Nilai Eksternal.

1.      Nilai Nominal.

Nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang.

2.      Nilai Intrinsik.

Nilai intrinsik adalah nilai fisik yang terkandung dalam uang atau nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang. Biasanya nilai intrinsik uang kertas lebih kecil dari nilai nominalnya.

3.      Nilai Internal.

Nilai internal atau nilai riil adalah kemampuan uang untuk ditukarkan dengan suatu barang atau jasa (daya beli uang). Jumlah barang yang dapat dibeli dengan uang tersebut lebih sedikit dari sebelumnya maka nilai uang tersebut dikatakan turun.

4.      Nilai Eksternal.

Nilai Eksternal adalah nilai yang timbul karena adanya hubungan ekonomi antarnegara menimbulkan kurs (nilai) mata uang yang berbeda-beda. Kurs rupiah ini bisa mengalami penguatan atau penurunan, tergantung permintaan dan penawaran terhadap uang yang bersangkutan.

Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai.

About bayusaputra91

slalu berusaha tuk mewujudkan impian
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s